Warga Jaktim Diminta Waspada DBD Saat Musim Hujan
Memasuki musim hujan, warga di Jakarta Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, meningkatnya curah hujan berpotensi menimbulkan genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti.
"Pencegahan dan pengendalian"
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Arief Wahyudhy mengatakan, upaya pencegahan DBD harus dilakukan secara konsisten melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), minimal dua kali dalam sepekan.
Upaya Pencegahan Diperkuat, Tren Kasus DBD di Jakarta MenurunSelain itu, setiap rumah tangga diharapkan memiliki juru pemantau jentik (Jumantik) mandiri untuk memastikan tidak ada tempat perkembangbiakan nyamuk di lingkungan tempat tinggal.
"Cuaca sudah mulai sering turun hujan. Tentunya kita harus sama-sama melakukan pencegahan dan pengendalian agar kasus DBD tidak naik lagi," ujarnya, Selasa (3/11).
Menurutnya, keberhasilan pengendalian DBD tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar upaya pemberantasan sarang dan jentik nyamuk dapat berjalan optimal hingga tingkat rumah tangga.
"Kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan warga dalam mencegah penyebaran DBD," terangnya.
Ia menuturkan, sejumlah langkah yang digencarkan antara lain program Satu Rumah Satu Jumantik, PSN 3M Plus, serta berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan DBD.
Arief menambahkan, keberadaan program Kampung Bebas Jentik juga dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam menggerakkan partisipasi masyarakat.
'Melalui gerakan bersama dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, potensi penularan DBD diharapkan dapat ditekan, bahkan hingga mencapai nol kasus," ungkapnya.
Ia memaparkan, dala periode Januari hingga Oktober 2026 tercatat lima kasus kematian akibat DBD di Jakarta Timur. Untuk itu, Arief mengingatkan warga agar lebih teliti memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menampung air, terutama saat hujan mulai sering turun.
Pemeriksaan perlu dilakukan secara rutin, termasuk di tanah kosong, pekarangan rumah, ember penampung air pendingin ruangan (AC), tempat pakan ternak, dispenser, serta wadah lain yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.
"Melalui kepedulian, termasuk dengan melakukan PSN secara rutin, masyarakat diharapkan dapat bersama-sama mencegah peningkatan kasus DBD selama musim hujan," tandasnya.